Mahasiswa UNPAM Gelar Seminar Literasi Digital di PKBM Bina Insan Kamil

 

Foto Bersama Dosen pembimbing, Mahasiswa Unpam dan Peserta kegiatan PKM di PKBM Bina Insan Kamil (Foto: Dokumentasi Panitia)

Tangerang Selatan, 12 Oktober 2025 — Sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, kelompok mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Transformasi Kesadaran Digital di Era Artificial Intelligence sebagai Upaya Pencegahan Social Engineering di Media Sosial seperti WhatsApp dan Facebook.”

Kegiatan ini dilaksanakan di SD Babakan, PKBM Bina Insan Kamil, Jl. Raya Puspitek No. 38, Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten. Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNPAM berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kesadaran digital dan keamanan data pribadi di tengah perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI).

Pelaksanaan Kegiatan PKM

Kegiatan ini dibimbing oleh Ibu Cristien Rozali, S.Kom., M.Kom. dan Bapak Samso Supriyatna, S.Kom., M.Kom. Adapun mahasiswa yang terlibat sebagai pelaksana kegiatan yaitu:

  • Nurahmalia
  • Suci Nur Rizky
  • Junia Harefa
  • Andi Syahrial Algifari
  • Bintang Pramudya Adi Putra

Acara dibuka dengan sambutan dosen pembimbing yang menekankan pentingnya literasi digital serta kewaspadaan terhadap penipuan berbasis social engineering yang marak terjadi melalui media sosial.


Mengenali Ancaman Penipuan Digital

Pemateri mahasiswa Suci Nur Rizky saat memaparkan materi literasi digital. (Foto: Dokumentasi Panitia) 

Sesi pertama disampaikan oleh Suci Nur Rizky. Ia menjelaskan berbagai bentuk kejahatan digital yang dapat terjadi melalui WhatsApp dan Facebook, termasuk cara mengenali pesan maupun tautan yang mencurigakan.

Penyampaian materi yang ringan dan komunikatif membuat peserta aktif bertanya serta berbagi pengalaman. Melalui sesi ini, peserta diajak untuk lebih berhati-hati saat menerima pesan dari nomor tidak dikenal maupun informasi yang belum jelas kebenarannya.


Memahami Peran AI dalam Keamanan Digital

Bapak Samso Supriyatna, S.Kom., M.Kom. saat menjelaskan bahaya barcode dan pentingnya keamanan digital. (Foto: Dokumentasi Panitia) 


Sesi berikutnya disampaikan oleh Bapak Samso Supriyatna, S.Kom., M.Kom. Beliau membahas pengaruh perkembangan kecerdasan buatan terhadap keamanan digital masyarakat.

Beliau menekankan bahwa kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan pengetahuan dan sikap bijak dalam menggunakannya. Salah satu hal yang dibahas adalah bahaya social engineering melalui barcode atau kode QR (QR code) yang beredar di internet maupun tempat umum.

Masyarakat diingatkan agar tidak sembarangan memindai kode QR tanpa memeriksa sumbernya terlebih dahulu. Kode QR dapat mengarahkan pengguna ke situs berbahaya atau halaman palsu yang berpotensi digunakan untuk mencuri informasi pribadi.

“Jangan asal scan, karena di balik satu kode bisa saja tersimpan niat jahat yang tidak terlihat,” ujar beliau saat memberikan contoh simulasi barcode berisi tautan berbahaya dalam presentasi.

Contoh tersebut membuat materi terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama karena pesan dan tautan mencurigakan sering ditemukan di media sosial maupun grup WhatsApp.


Diskusi Interaktif Bersama Peserta

Suasana saat peserta PKBM menyimak penjelasan dari pemateri dengan penuh perhatian. (Foto: Dokumentasi Panitia)

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para peserta menunjukkan antusiasme dengan mengajukan pertanyaan seputar keamanan data pribadi, penggunaan AI, dan cara melindungi diri dari penipuan digital.

Beberapa peserta juga berbagi pengalaman mengenai pesan mencurigakan dan tautan palsu yang pernah mereka temui. Diskusi ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk saling bertukar informasi sekaligus memahami pentingnya menjaga keamanan saat beraktivitas di dunia digital.


Pentingnya Kesadaran Digital dalam Kehidupan Sehari-hari

Menjelang akhir kegiatan, Bapak Samso Supriyatna, S.Kom., M.Kom. menyampaikan harapan agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Memahami teknologi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakannya, tetapi juga tanggung jawab dalam menjaga keamanan diri sendiri dan orang lain.


Seluruh peserta dan narasumber berfoto bersama setelah acara selesai. (Foto: Dokumentasi Panitia) 


Kegiatan PKM kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dosen pembimbing, mahasiswa, narasumber, dan peserta.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNPAM berharap masyarakat semakin memahami pentingnya literasi digital, mampu mengenali potensi penipuan, serta lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan media sosial.

Sumber: Dokumentasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat mahasiswa Universitas Pamulang di PKBM Bina Insan Kamil, Tangerang Selatan, 12 Oktober 2025.

Artikel ini juga telah dipublikasikan di Kompasiana.


Komentar